Jumat, 24 Juni 2016

"Kesempurnaan" dalam dunia modern ini


Sempurna. Sesuatu dikatakan sempurna apabila sesuatu itu tidak memiliki kelemahan/kekurangan, dengan kata lain sesuatu tersebut tidak bercela. Namun dengan berkembangnya dunia modern ini orang-orang semakin "ngotot" untuk sempurna. Memang, semua orang pasti menginginkan kesempurnaan; pacar yang sempurna; rumah yang sempurna; pokoknya hidupnya sempurna.Tapi, sepengetahuan saya dan mungkin juga seluruh spesies manusia, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Sebagus-bagusnya sesuatu pasti memiliki kekurangan/kelemahan, sekecilpun kekurangan tersebut maka sesuatu itu pun tidak bisa dikatakan sempurna. Woh... woh... woh. Lalu jika tidak ada yang sempurna, kenapa ada kata sempurna?

Oke... oke... sebelum berlanjut dengan artikel ini please subscribe channel youtube fransiscus senduk disini, atau follow instagramnya disini. Terima kasih!

Sempurna itu sebenarnya bukanlah objektif, melainkan subjektif. Karena subjektif dalam kesempurnaan yang dimaksud merupakan pemikiran yang relatif memihak dengan tujuan untuk menonjolkan kelebihan suatu pihak seolah-olah tidak terdapat kekurangan, dengan kata lain subjektif termasuk opini/pendapat(yang belum tentu benar maupun salah) sedangkan objektif termasuk fakta(sudah pasti benar).

Di Youtube sendiri banyak terjadi kejadian yah gitulah(seperti ini = kalau orang lain menilai suatu video buruk lalu orang yang suka dengan video tersebut membela dengan mengatakan "Ehhh, kayak udah sempurna aja, an**ng!"). Memang sekali lagi saya bilang tidak ada yang sempurna, tapi apakah dengan ketidak-sempurnaan ini kita tidak bisa menjudge orang lain? Coba renungkan!

Kita kan bisa bilang baik-baik sama orang itu, kenapa mau memprovokasi kemarahan digital? Gue ngerti sih, okay, kamu nggak suka karyamu dibilang jelek. Tapi, jadikanlah komentar-komentar tersebut sebagai motivasi untuk kamu bisa (mendekati) sempurna. Jadilah seorang yang optimis, jangan pesimis. Karena kunci menjadi orang sukses adalah belajar dari kesalahan dan pengalaman, bukan hanya dari skill atau talent.

Intinya, jadilah orang yang ingin memperbaiki diri dengan menerima kritik dari orang lain. Seperti pepatah mengatakan "Jika kalian tidak bisa melihat punggung kalian, mintalah orang lain untuk melihatnya". So, no one is perfect, okay? But at least we can try to be perfect than do nothing.

Akhirnya selesai sudah artikel tentang kesempurnaan ini. Artikel ini juga tidak sempurna, jadi jika ada kritik atau saran yang ingin sobat sampaikan silahkan menggunakan kotak komentar dibawah ya! Sekian dan terima kasih.

Jika kalian suka dengan blog yang saya buat ini silahkan berlangganan gratis selamanya atau subscribe Youtube channel saya di samping kanan artikel ini atau klik www.youtube.com/user/avesenduk. Share juga artikel ini keteman-teman kalian biar mereka tau bagaimana kesempurnaan itu yang sebenarnya. Ikuti juga saya di instagram www.instagram.com/xavesenduk; Twitter twitter.com/xavesenduk; Ask.fm ask.fm/xavesenduk; dan add id LINE saya di @xavesenduk. Mohon maaf atas kekurangan dalam artikel ini, dan terima kasih sudah membaca artikel ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar